Senin, 06 April 2026 15:54 WIB

Penjelasan Gus Iqdam Tentang Keutamaan Shalat Qobliyah Subuh


  • Selasa, 29 Agustus 2023 20:52 WIB

NAHDLIYIN.COM – Pendakwah muda nahdliyin Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam terus santer diperbincangkan dan digemari oleh semua kalangan. 

Muballigh muda asal Blitar ini selalu melontarkan guyonan dengan 'dekengan pusat' ini saat mengisi kajian rutin malam Selasa di majelis ta'lim miliknya, Sabilu Taubah pada 8 Mei 2023 lalu meneranagkan keutamaan sholat Qobliyah Subuh. 

Shalat Qobliyah Subuh menurut Kiai muda kelahiran Blitar tanggal 27 September 1994 ini bisa menjadi pagar bagi seorang muslim agar terhindar dari marabahaya.

Dua rakaat sebelum shalat subuh sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. Nilai dua rakaat (sebelum subuh) ini, sebagaimana pesan Rasulullah saw lebih baik dari pada jagad seisinya.

ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها

Dua rakaat shalat fajar lebih baik dari dunia seisinya.

"Ketika shalat Qobliyah Subuh, pada hari juga dia akan dijauhkan dari bahaya. Artinya apa? Bisa untuk pagar. Jadi, ketika ada orang tanya kamu, tidak bahaya kah?" kata Gus Iqdam dalam channel YouTube Gus Iqdam Official pada Selasa (29/8/2023).

"Tidak sama sekali. Karena kenapa? Saya sebelum Subuh sudah shalat Qobliyah, rakaat pertama alam nasroh (surah Al Insyirah), rakaat kedua alam taro (surah Al Fil). Dekenge sopo? (Backing-annya siapa?) Pusat (Allah SWT)," sambung dia lagi.

Banyak sekali istilah yang digunakan untuk menunjukan dua rakaat sebelum shubuh. Dari redaksi hadits tersebut sebagian ulama mengatakannya shalat sunnah fajar. Adapula yang menamainya sebagai shalat sunnah subuh karena dilakukan sesebelum shalat subun. Ada pula yang mengatakan shalat sunnah barad mungkin karena dilaksanakan ketika hari masih dingin. Ada pula yang menamakan shalat sunnah ghadat yaitu shalat sunnah yang dilakukan pagi-pagi sekali.

Oleh karena itu dalam Nihayatuz Zain, Syaikh Nawawi memperbolehkan niat shalat dua rakaat subuh ini dengan berbagai macam istilah tersebut. Misalkan ushalli sunnatal fajri rok’ataini ada’an lillahi ta’ala. Atau boleh juga ushalli sunnatal barodi rok’ataini ada’an lillahi ta’ala  sunnatas  subhi, dan seterusnya. Atau boleh juga yang lebih lengkap adalah

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatas shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.                                                  

Di samping itu yang harus diperhatikan adalah anjuran untuk tidak berlama-lama dalam shalat, mengingat predikat shalat ini adalah shalat sunnah. Walaupun nilainya lebih berharga daripada dunia seisinya.

Selain itu alasan kebergegasan dua rakaat ini adalah mengikuti Rasulullah saw (liitba’I sunnatir rasul) yang cukup membaca surat al-Kafirun dalam rakaat pertama (setelah al-fatihah) dan al-Ikhlash (setelah al-fatihah)pada rakaat kedua. Atau membaca Alam Nasyrakh (surat al-Insyirakh) pada rakaat pertama dan Alam Taro (Surah al-Fiil) pada rakaat ke dua.

Secara praktis, tersebut pula dalam Nihayatuz zain  anjuran untuk membaca wirid khusus setelah dua rakaat sambil menunggu shalat subuh. Bacaan itu adalah (1) Ya Hayyu Ya Qayyum La Ilaha Illa anta, 40 kali. (2) Surat Al-Ikhlas, 11 kali (3) Surat Al-Falaq, 1 kali (4) Surat An-Nas, 1 kali dan (5) Subhanallah wa Bihamdihi, Subhanallahil Adhim, Asytaghfirullah, 100 kali.  

 Demikianlah keterangan dua rakaat sebelum shalat subuh yang menurut sebagian ulama dikategorikan sebagai rawatib (sebagaimana shalat qabliyah lainnya) yang dilaksanakan sebelum shalat subuh.



ARTIKEL TERKAIT