- 12 Maret 2026
NAHDLIYIN.COM, Malang – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyambut baik rencana kedatangan Ulama Dunia dari Tarim Hadramaut, Yaman, Habib Umar bin Hafidz ke Indonesia, Selasa (22/8/2023) besok.
"Beliau Habib Umar bin Hafidz melakukan kunjungan dan beberapa pertemuan di Indonesia, diantaranya besok direncanakan bertemu tokoh pimpinan pesantren se Indonesia di pondok pesantren Tebuireng, Jombang," ungkap Ketua PBNU Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi, Senin (21/8/2023).
Kata Gus Fahrur, sapaan akrab KH Ahmad Fahrur Rozi, Habib Umar bin Hafidz merupakan ulama yang paling berpengaruh di dunia saat ini. Ia masuk menjadi salah satu tokoh dari 500 Muslim yang paling berpengaruh di dunia pada 2022 lalu.
Habib Umar lahir pada 27 Mei 1963 dan kini berumur 59 tahun. Ia mengajarkan agama Islam Madzhab Sunni Tradisional Syafi'i, Asy'ari, dan tarekat Sufi Ba'alawi.
Habib Umar juga dijadwalkan akan bertemu dengan Rais Am dan jajaran Pimpinan PBNU.
"Murid Habib Umar bin Hafidz banyak menjadi tokoh-tokoh Ulama di Indonesia. Misalnya Habib Salim bin Jindan, Habib Mundzir Al Musawa, Habib Jamal Ba'agil, dan lainnya," urainya.
Gus Fahrur berharap, kunjungan Habib Umar bin Hafidz di Indonesia, selain dakwah islamiah, juga bisa mempererat hubungan silaturahmi Ulama Indonesia.
Termasuk menepis isu perpecahan antara ulama NU dan Habaib yang sengaja ditiupkan oleh sebagian orang yang ingin memecah belah persatuan umat Islam di Indonesia.
"Semoga kunjungan Habib Umar bin Hafidz menjadi perekat antar Ulama dan Habib yang ada di Indonesia, " tukasnya.
"Beliau Ulama sufi moderat yang mengajarkan kerukunan dan perdamaian antar umat beragama serta menghormati pemimpin negara," tegas Gus Fahrur, yang juga Pengasuh Ponpes An Nur 1 Malang tersebut.
Kata Gus Fahrur, ada banyak ratusan santri putra putri kyai Indonesia yang tinggal dan belajar di lembaga pendidikan Darul Musthofa asuhan Habib Umar bin Hafidz di Tarim Hadramaut Yaman.