Kamis, 02 April 2026 21:36 WIB

Cerita Gus Iqdam Soal Mey, Sosok Pemabuk yang Bertaubat Jadi Santri ST Nyell


  • Jum'at, 18 Agustus 2023 20:40 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta - Pendakwah muda nahdliyin Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam hari ini terus digemari berbagai kalangan. Majlis Ta'lim Sabilu Taubah yang diampu rutin dilaksanakan pada malam selasa dan malam jum'at jamaahnya terus bertambah. 

Seperti harapan Gus Iqdam Majelis ini diharapkan bisa menjadi rumah taubah dan rumah memperdalam ilmu agama untuk semua kalangan. 

Muballigh muda asal Blitar ini selalu melontarkan guyonan dengan 'dekengan pusat' ini sering menyampaikan pada jama'ahnya, jangan pernah putus asa dengan rahmat Allah. Karena apa, seseorang yang memiliki masalalu buruk, ketika dia mau bertobat terkadang bisa menciptakan masa depan yang terbaik.

Salah satu yang sering dijadikan contoh dan ditampilkan saat pengajiannya adalah sosok Meydawati atau yang biasa dipanggil Mey, seorang pengamen jalanan di Kediri.

Seperti diceritakan oleh Gus Iqdam, Mey hidup sebagai pengamen jalanan yang beraksi nyintrik di perempatan. Tak luput juga minuman beralkohol dan obat-obatan sudah tak terhintung dikonsumsi oleh Mey.  

Awalnya berpenampilan dengan ramput pirang, kini Mey menjadi santri ST Nyell (Sebutan Jamaah Majlis Ta'lim Sabilu Taubah) yang istiqomah hadir di acara rutinan malam Selasa dan malam Jum'at. 

Gus Iqdam bercita awal mua pertemuannya dengan Mey. Seperti biasa jamaah sering dimintain pendapatnya atau sekedar ditanya tujuannya datang ke majelis. 

Jika diperhatikan dari kanal YouTube Gus Iqdam Official terlihat Mey dimintain testimonenya. Terlihat Mey di awal-awal masih menggunakan 'pakaian dinasnya' saat mengamen, kaos, celana pendek dan jaket, dan rambut yang terurai.

Kata Gus Iqdam Mey ini teman cakruk teman ngopi saya. Dia itu pengamen di perempatan.

"Wah kalau Mey dulu ketemu saya di Perempatan Kunden sambil ngamen, pasti dalam kondisi ngoplo wes gak jelas blas. Manggil saya pakai bahasa Inggris, hallo...handsome boy. Jian begitu kalau ketemu ngomongnya gak jelas," ungkap Gus Iqdam. 

Mey mengamen di Perempatan Kunden sementara Gus Iqdam di dalam mobil. Kondisi Mey sedang 'on' tinggi akibat minuman dan obat. Dia lantas diminta sholawatan sama Gus Iqdam, tapi Mey mengaku tidak bisa justru menyanyi doa untuk orang tua.

Setelah memberi uang mobil berlalu, namun sesampainya di rel yang tak jauh dari perempatan Gus Iqdam menangis dan merasa terpukul karena doa yang dilantunkan Mey tersebut.

"Wong mendem (orang mabuk) saja masih ingat doa untuk orang tua, lha kita yang seperti ini gak ingat mendoakan orang tua," ujar Gus Iqdam.

Doa tersebut adalah, Allohummaghfirlanaa dzunuubanaa waliwaalidinaa warhamhumaa kamaa robbayaanaa shigooro.

Berkah keistiqomahanya, akhirnya Gus Iqdam banyak digandrungi mulai dari kaum santri, marginal bahkan sampai seorang kriminal.

Dalam beberapa kesempatan, Gus Iqdam tak segan mengakui bahwa memang jemaahnya berupa kelompok besar orang-orang dengan latar belakang hitam dan kelam, alias bajingan.

Semua kalangan dirangkulnya dengan lembut dan pesan agama yang tak terkesan memaksa atau menggurui.

Tak jarang Gus Iqdam sering berbagi rejeki pada jamaahnya saat pengajian berlangsung.

Selain mengampu Majlis Ta'lim Sabilu Taubah, Gus Iqdam juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II di Desa Karanggayam, Kabupaten Blitar.



ARTIKEL TERKAIT