- 12 Maret 2026
NAHDLIYIN.COM -- Muncul lagi pendakwah muda nahdliyin Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam yang tengah santer diperbincangkan di berbagai platform Media Sosial seperti Tiktok, instagram dan Youtube Shorts.
Muballigh muda asal Blitar ini selalu melontarkan guyonan dengan 'dekengan pusat'. Cara dakwanya yang unik dan merakyat selalu menyelipkan dalam ceramah dengan jargon dekengan pusat banyak diunggah ulang oleh akun-akun religi dan kalangan anak muda.
Pesan agama yang disampaikan dengan ringan, tanpa beban juga menjadi ciri khas Kiai muda kelahiran Blitar tanggal 27 September 1994. Lahir sebagi bungsu dari empat bersaudara merupakan keturunan KH. Kholid dan Ny. Hj. Lanratul Farida. Ayahnya meninggal saat Gus Iqdam masih usia remaja.
Sepeninggal ayahnya, Gus Iqdam beralih mendalami ilmu agama kepada pamannya yakni KH. Dliyauddin Azzamzami. Lalu melanjutkan belajar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri.
Pada akhir tahun 2018, ia mendirikan Majelis Ta’lim Sabilu Taubah yang pada saat itu hanya terdapat tujuh jamaah. Namun, selang beberapa tahun majelis ta’lim tersebut menjadi sangat fenomenal, jamaahnya pun kian bertambah hingga ribuan di seluruh pelosok Indonesia.
Majlis Ta'lim Sabilu Taubah yang rutin dilaksanakan pada malam selasa dan malam jum'at ini, diharapkan bisa menjadi rumah taubah dan rumah memperdalam ilmu agama untuk semua kalangan.
Meski awalnya hanya sedikit jamaah yang menikutinya tapi dalam pandangan Gus Iqdam yang terpenting dari mengaji adalah niatnya bukan pada seberapa banyak jamaah di dalamnya.
Berkah keistiqomahanya, akhirnya Gus Iqdam banyak digandrungi mulai dari kaum santri, marginal bahkan sampai seorang kriminal.
Dalam beberapa kesempatan, Gus Iqdam tak segan mengakui bahwa memang jemaahnya berupa kelompok besar orang-orang dengan latar belakang hitam dan kelam, alias bajingan.
Semua kalangan dirangkulnya dengan lembut dan pesan agama yang tak terkesan memaksa atau menggurui.
“Bajingan-bajingan ini kalau nggak ada yang ngurus kan bahaya. Kalau nggak ada yang ngurus jadi perusak bangsa. Tapi kalau sudah diurus begini, insyaAllah jadi pembangun bangsa,” ujar Gus Iqdam.
Tak jarang Gus Iqdam sering berbagi rejeki pada jamaahnya saat pengajian berlangsung.
Selain mengampu Majlis Ta'lim Sabilu Taubah, Gus Iqdam juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II di Desa Karanggayam, Kabupaten Blitar.