Kamis, 02 April 2026 06:33 WIB

Penjelasan KH Maimun Zubair Tentang Siapa Nahdliyin Itu?


  • Selasa, 30 Mei 2023 20:36 WIB

NAHDLIYIN.COM -- KH Maimun Zubair merupakan sosok sesepuh ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang tinggi keilmuannya. Mbah Moen sapaan akrabnya wafat di Tanah Suci Makkah Almukarromah pada 6 Agustus 2019 di usia 90 tahun, dan dimakamkan di pemakaman Ma’la, Mekkah.

Sebelum wafat, kala itu, Mbah Moen yang lahir di Rembang, Jawa Tengah, 28 Oktober 1928, tengah melaksanakan ibadah haji. 
 
Mbah Moen yang pada saat itu, sedang mengemban amanah sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu pernah menjelaskan siapa sebenarnya yang disebut Nahdliyin. Beliau mengatakan bahwa untuk mengetahui siapa warga Nahdliyyin terlebih dahulu harus mengetahui latar belakang, tujuan dan siapa yang mendirikan.

"NU itu berdiri tahun 1926 M, tepatnya tanggal 31 bulan Januari. Berdirinya Nahdlatul Ulama itu berdiri pertama kali lewat Muktamar. Muktamar pertama kali itu berakhir pada tanggal 31 Januari. Memilih Rais Akbar Mbah Hasyim (KH Hasyim Asy'ari) dan wakilnya Kiai Faqih Maskumambang," jelasnya sebagmana dilansir NU Online, Kamis (2/2/2018), di Rembang, Jawa Tengah.

Mbah Moen, sapaan akrabnya menambahkan, Muktamar pertama itu dihadiri banyak ulama. Ada beberapa keanehan yang berusaha dijelaskan kiai karismatik itu. Ia menjelaskan terkait segi bahasa yang digunakan dalam penamaan Nahdlatul Ulama tersebut. 

"Banyak kiai yang meng-isghal-kan (mempertanyakan) kenapa dinamakan Nahdlatul Ulama. Kata Nahdlatul Ulama itu masdar dari nahdlah, yang mengikuti wazan fa'la yang disebut sebagai masdar marrah (isim yang menunjukkan peristiwa terjadi hanya sekali)," terangnya. 

Jadi inilah yang menjadi harapan organisasi  kemasyarakat Islam Nahdlatul Ulama, yakni dengan sekali bangkit, lalu bertahan untuk selamanya. Kita harus menjaga, mempertahankan sifat, corak, bentuk NU sesuai dengan tujuan berdirinya pertama kali, dengan tetap mendahulukan para ulama-ulama. 

"Sehingga kalau ada pertanyaan siapa warga Nahdlatul Ulama? Jawabannya, menurut dahulu kala, ada anggota alami dan ada organisasi. Anggota organisasi yaitu yang tercatat menjadi anggota, sedangkan yang alami adalah mereka yang mengikuti para ulama," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Kabupaten Rembang itu.
 



ARTIKEL TERKAIT