- 12 Maret 2026
NAHDLIYIN.COM -- Syekh Nasr bin Muhammad bin Ibrahim as-Samarkandy menerangkan bahwa ada enam ciri-ciri orang bodoh:
(قال حكيم من الحكماء) ست خصال يعرف بهن الجاهل أحدها الغضب في غير شيئ الجهل والثاني الكلام في غير نفع والثالث العطية في غير موضع والرابع إفشاء السر عند كل أحد والخامس الثقة بكل إنسان والسادس أن لا يعرف صديقه من عدوه
Artinya: "Orang bijak berkata, ada enam ciri-ciri orang bodoh. Pertama marah tanpa sebab, kedua berbicara tanpa ada manfaatnya, ketiga memberikan sesuatu tidak pada tempatnya, keempat mengumbar rahasia kepada siapapun, kelima mudah percaya kepada siapapun, dan keenam tidak mampu membedakan mana teman dan mana musuh" (Syekh Nasr bin Muhammad bin Ibrahim as-Samarkandy, Tanbihul Ghafilin, [Dar al-Ilm] Hlm. 77)
Lebih lanjut lagi, Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
ليس الشديد بالصرعة ولكن الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب
Artinya: "Orang yang kuat itu tidak ditunjukkan dengan pertarungan, orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya saat marah" (HR Ahmad)
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah, Rasulullah ﷺ bersabda:
إن من أحبكم إلى الله وأقربكم مني يوم القيامة أحاسنكم أخلاقا، وإن أبغضكم إلى الله وأبعدكم مني الثَّرثَارُون والمُتَشَدّقُون وَالْمُتَفَيْهِقُوْنَ
Artinya: "Sesungguhnya yang paling mencintai Allah dan yang paling dekat denganku di hari kiamat adalah yang terbaik akhlaknya di antara kalian. Dan yang paling dibenci Allah dan yang paling jauh dariku adalah yang banyak berceloteh (berkata-kata yang keluar dari kebenaran), yang banyak berkata hal-hal yang tidak penting, dan yang banyak mengisi mulut dengan hal-hal yang tidak benar" (HR Tirmidzi)
Dalam hal memilih teman, Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
المرء على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالط
Artinya: "Seseorang itu tergantung pada agama dan teman dekatnya. Maka, lihatlah dengan siapa ia bergaul" (HR Ahmad)