Minggu, 05 April 2026 12:16 WIB

Inilah Cerita Awal KH Marzuki Mustamar Bertemu Ustadz Hanan Attaki


  • Selasa, 16 Mei 2023 18:25 WIB

NAHDLIYIN.COM, Surabaya -- Setelah berbaiat menjadi bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Sabilurrosyad Gasek di Malang, Jawa Timur, Kamis (11/5/2023), Ustadz Pemuda Hijrah, Hanan Attaki terus menjadi perbincangan banyak kalangan, baik cara baiatnya yang membaca syahadat ataupun jejak berdakwahnya. 

Hanan Attaki berbaiat kepada NU dibimbing langsung oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar.

Setelah acara Halal Bihalal PWNU Jatim dengan jajaran Forkopimda Jatim di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Selasa (16/5/2023). Akhirnya KH Marzuki Mustamar angkat bicara terkait awal muda pertemuan dirinya dengan ustadz Hanan Attaki. 

Dalam pengakuan Kiai Marzuki pertemuannya tanpa ada agenda sebelumnya, prosesnya berjalan secara alami dengan Hanan Attaki. 

"Itu sangat alami (proses Hanan Attaki dibaiat jadi warga NU). Dados kiyambake (jadi dia) kan ada di gerakan hijrah. Lalu ketika mulai masuk di Jawa Timur di Madura, di mana-mana, di kampung NU agak bermasalah dengan Banser dan segala macamnya kan tempo hari," ungkap Kiai Marzuki. 

Bertemu pertama kali, cerita Kiai Marzuki terjadi ketika menjalankan ibadah umrah.

"Terus saat dia umrah entah bulan Ramadaan atau bulan apa ya, dia berdoa 'Ya Allah beri kami jalan keluar, tunjukkan kami guru siapa yang bisa memberi solusi'," katanya. 

Selain itu Kiai Marzuki menceritakan bahwa istri Hanan Attaki merupakan santrinya waktu waktu ngajar tafsir di MAN Malang

Kemudian setelah pertemua waktu umrah itu, istri Hanan Attaki mengajak suaminya bertemu dengan Kiai Marzuki untuk sowan ke Ponpes Sabilurrosyad Gasek.

"Karena istrinya ingat, (lalu mengajak Hanan Attaki) 'ayo mas kita sowan ke guru saya di Malang (ke Kiai Marzuki)'," jelas Kiai Marzuki menirukan ucapan istri Hanan Attaki.

Pertemuan pertama Kiai Marzuki dengan Hanan Attaki sendiri berlangsung saat Hari Raya Idul Fitri 1444 H lalu.

"Hari raya seperti umumnya tamu hari raya, (Hanan Attaki) sowan ke saya. Kemudian saya sedikit banyak tahu masalah (Hanan Attaki) kena portal di Madura, di mana, lalu saya memberi nasihat pakai Bahasa Arab. Dia kan alumni Mesir Al Azhar," jelasnya.

Marzuki menyatakan, selama 3 jam dirinya memberi nasihat dan berdiskusi dengan Hanan Attaki. Namun, proses baiat tidak langsung terjadi kala itu.

"Jadi beliaunya datang ke acara di Ponpes saya pada 11 Mei lalu. Yang hari raya ya saya memberi nasihat ke beliaunya," pungkasnya. 

Sementara dalam unggahan akun instragramnya, @hanan_attaki mengungkapnaya bahwa Nahdlatul Ulama hari ini adalah madrasahnya. 

"@nahdlatululama adalah madrasah saya, KH Marzuki Mustamar murabbi saya. Indonesia ladang dakwah saya sekarang bahkan sejak dahulu pemuda adalah sahabat saya menempuh jalan kepada Allah," tulisnya. 

Di akun yang sama, Ustadz Hanan Attaki juga menuliskan pengakuaan bahwa ia sedang tabarruk & belajar ilmu kepada KH. Marzuqi Mustamar.

"ga kerasa sudah hampir 3 jam saya duduk bersama beliau. Belajar rahasia-rahasia hikmah dakwah dari kebijaksaan dan kedalaman ilmu beliau, seperti menyelam di laut yang indah. Belajar dari akhlak dan sifat rahmah beliau. Belajar banyak hal yang ga bisa dijelaskan dengan kata-kata, selain haru dan syukur, alhamdulillah atas nikmat Allah ini," ungkap Hanan Attaki. 

"Beliau adalah salah satu lentera yang benderang bagi umat ini. Makin cinta kepada ulama ahlusunnah waljamaah yang alim, fakih, arifin, dan amilin," lanjut sang ustadz pemuda hijarah. 



ARTIKEL TERKAIT