- 12 Maret 2026
NAHDLIYIN.COM -- Laki-laki maupun perempuan ketika memutuskan untuk menjalin bahtera rumah tangga tentu impian terbesarnya adalah terjalinnya rumah tangga yang harmonis, bahagia dan sejahtera.
Namun impian tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu adanya proses pembelajaran dari masing-masing pasangan. Perjalanan menuju rumah tangga yang harmonis, bahagia dan sejahtera kadang harus berhadapan dengan berbagai masalah.
Penceramah kondang KH. Anwar Zahid menyampaikan bahwa membina rumah tangga tentu tidak akan lepas dari beberapa masalah. Akan tetapi jika setiap masalah yang muncul dapat diminimalisir akan membuahkan kebahagiaan tersendiri.
"Membangun keluarga hukumnya wajib. Keluarga harmonis menjadi kunci masyarakat tangguh," kata Kiai Anwar sebagaimana dilansir jatim.nu.id
Pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah Simo, Bojonegoro ini menuturkan, jika laki-laki dan perempuan dijodohkan karena sebuah perbedaan. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, maka setiap pasangan harus sadar jika hal tersebut akan menyempurnakan hidupnya.
"Keharmonisan rumah tangga bukan karena faktor fisik. Pasalnya, banyak yang berparas cantik dan tampan namun tidak bisa mempertahankan kebahagiaan rumah tangganya," sambungnya.
Kunci kebahagiaan selanjutnya adalah masing-masing pasangan bisa saling menutupi kekurangannya. Setiap pasangan tidak boleh mengumbar kekurangan masing-masing dan mengulas permasalahan keluarga kepada orang lain.
Pasangan suami istri diibaratkan seperti pakaian dan kulit dari sisi kedekatannya. Pakaian selalu menempel dengan kulit dan tidak ada jarak yang memisahkan keduanya. Maka, dalam rumah tangga seharusnya ada rasa saling percaya, keterbukaan, tanggung jawab, dan saling setia.
“Di antara orang-orang yang mendapatkan pahala haji di pagi hari dan pahala perang di malam hari adalah mereka yang bisa membangun keluarga bahagia, saling menutupi kelemahan, dan lebih intens bercanda dengan pasangan,” tuturnya.
Terkait bercanda dengan pasangan, Kiai Anwar Zahid menjelaskan, bahwa Rasulullah SAW selalu menyempatkan waktu bercanda bersama istri, tentu dengan candaan yang tetap penuh adab, kesopanan dan keluhuran akhlak. Sebuah hadits hasan yang diriwayatkan oleh Thabrani menyebutkan, bahwa Rasulullah adalah orang yang paling banyak bergurau bersama istri-istrinya.
“Selain itu, agar rumah tangga selalu harmonis hendaknya saling memuji antara suami dan istri karena dapat memunculkan manfaat, di antaranya menyapu rasa lelah dan penat setelah bekerja seharian,” pungkasnya.